Rabu, 29 Februari 2012
"Timbangan" Yang Tak Lagi Seimbang
Itulah kata yang mampu menggambarkan situasi republik ini. Saat ini "timbangan" yang seimbang menjadi barang langka di negeri ini. "Timbangan" dipermainkan oleh segelintir orang, orang-orang berpendidikan, orang-orang berkuasa. Kecerdasan dan kekuasaan oleh segelintir orang dijadikan pemberat sisi "timbangan" yang lain. Orang-orang penyeimbang "timbangan" malah mempermainkannya. Wahai para penyeimbang "timbangan" kau dipilih untuk benar-benar menyeimbangkannya, bukan hanya sekedar timbang. Wahai para penguasa, engkau dipilih untuk mensejahterakan bangsa, bukan hanya sekedar kuasa atau bahkan diri menjadi kaya. Semoga nanti tak akan ada lagi segelintir orang yang mempermainkan "timbangan".
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Menarik
BalasHapusKunjungi ittelkom-sby.ac.id