Rabu, 29 Februari 2012

"Timbangan" Yang Tak Lagi Seimbang

Itulah kata yang mampu menggambarkan situasi republik ini. Saat ini "timbangan" yang seimbang menjadi barang langka di negeri ini. "Timbangan" dipermainkan oleh segelintir orang, orang-orang berpendidikan, orang-orang berkuasa. Kecerdasan dan kekuasaan oleh segelintir orang dijadikan pemberat sisi "timbangan" yang lain. Orang-orang penyeimbang "timbangan" malah mempermainkannya. Wahai para penyeimbang "timbangan" kau dipilih untuk benar-benar menyeimbangkannya, bukan hanya sekedar timbang. Wahai para  penguasa, engkau dipilih untuk mensejahterakan bangsa, bukan hanya sekedar kuasa atau bahkan diri menjadi kaya. Semoga nanti tak akan ada lagi segelintir orang yang mempermainkan "timbangan".

Mereka Bukan Manusia

Tahukah kalian bahwa mereka bukan manusia
mereka tak punya hati
tak punya pikiran
tak punya akal
dan tak punya hati nurani

itulah mereka
berperilaku bak binatang
menyengsrakan banyak orang

perampok, pembunuh tak sebanding denganya
karena mereka tak hanya membunuh segelintir orang
mereka dapat membunuh bangsa ini beserta isi-isinya

satukan hati
satukan kekuatan
satukan tekat tuk lawan mereka


Minggu, 19 Februari 2012

Negeri Sandiwara

Negeri ini panggung sandiwara
Cerita yang mudah berubah
Kisah Korupsi  ataukah kisah para politisi
Setiap mereka dapat satu peranan
Yang harus mereka mainkan
Ada peran wajar ada peran berpura pura

Mengapa mereka bersandiwara
Mengapa mereka bersandiwara

Peran yang lupa bikin kita terbahak bahak
Peran berteriak bikin orang sakit telinga
Negeri ini penuh peranan
Negeri ini bagaikan jembatan kehidupan

Mengapa mereka bersandiwara
Mengapa mereka bersandiwara

Negeri ini penuh peranan
Negeri ini bagaikan drama Asia
Yang selalu ditunggu kelanjutannya

Mengapa mereka bersandiwara

Senin, 23 Januari 2012

Katanya Sih Wakil Rakyat

Saat ini penghuni republik ini merasa terusik oleh tindak tanduk orang- orang yang duduk di Senayan sana. Sekumpulan orang terhormat dan terpilih, itulah mereka. Mereka telah mengusik ketenangan bangsa ini melalui hal- hal yang timbul dari keegoisan wakil rakyat yang terhormat. Semua tindakan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka wakili dan siapa yang mereka wakili. Gaya hidup glamor yang di tunjukkan wakil rakyat yang terhormat sangat tak mencerminkan kaadaan bangsa ini. Kebijakan- kebijakan merkapun tak mewakili aspirasi rakyat NKRI. Menghambur- hamburkan uang rakyat, itulah yang bisa dilakukan orang- orang terhormat itu. Mulai renofasi toilet mewah, ruang sidang banggar yang menelan biaya 20 Milyar, sampai pengadaan kalender dan pengharum ruangan yang totalnya mencapai 2,9 Milyar. Katanya sih wakil rakyat, tai kok gitu?Jadi apakah mereka benar- benar wakil rakyat? Tanda tanya besar bagi bangsa ini.